News Update :
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

AKU DAN RINDU

August 22, 2009

Hari ini saya sengaja posting puisi buat teman-teman,
untuk meredakan ketegangan membaca artikel saya sebelum ini...
Semoga anda santai dan istirahat dihari minggu
Aku dan Rindu

Sepasang rindu yang malu
Merangkak payah dihadapanmu
Tidak jua ia mengharap jawaban
Untuk soalan yang bisu itu.
Mungkin bimbang pada ketidakdayaan diri
Untuk membayar keikhlasan hati.

Sebutir bintang yang lusuh
Merangkak lesu ke ambang pagi
Sukarnya untuk menyembunyikan kerinduan
Biarpun dalam kegelapan malam sepekat ini
Mengharap cintanya akan terus bersinar
Seperti setiap kali terbit fajar

Aku sekedar hati yang tidak bernama
Dalam perjalanan penuh rahsia
Tidak pernah terhenti menyintaimu
Biarpun seringkali aku terjatuh
Kerana jiwa ini sentiasa mekar
Seperti dalam renungan lembut seorang kekasih

Sesekali ku lontar rindu ke wajah laut
Terasa begitu payah merenangi hatimu
Tidak jua aku mengharap pilihan
Selain menjadikan cinta satu kekuatan.

Apakah kita akan terus berapungan
Diantara rindu dan waktu
Atau arus yang deras ini
Bisa menghanyutkan debu curiga.
al-basri
Malaysia

Anehnya Cinta

August 5, 2009

Anehnya Cinta

Aneh sekali,
Sewaktu mimpi kian menjauh
Cuma dingin pagi makin terasa
Malam sudah pun kesiangan
Namun mentari belum juga ada
Tertonjol jua kebodohan diri
Dalam bertanya dan menjawab sendiri.

Ironis sekali,
Bila langit membuka rahsia
Dan kehangatan jelas terasa
Mentari sudah pun tiba
Namun cahaya belum juga ada
Rupanya antara kasih dan rindu
Ada curiga mencumbui mu.

Dalam keterbatasan dan kejujuran
Pasti tidak pantas menjanjikan segala
Kerana dihadapan mengalir deras arus dunia
Untuk menitipkan jawab yang nyata.
…Dan dalam kebekuan hati yang romantis,
Keanehan cinta makin terasa.
Biarpun kasih dan curiga saling berpacuan
Rindu jua sampai ke hujungnya…
apakah setiap jalan sudah tertempa?
Untuk membibitkan kasih atau benci

al-basri


Seribu Kematian

July 26, 2009

Seribu kematian

Beruntungkah dirimu, menghitung kematianku
Dan mencumbui bangkainya…

Belum pun nafas ini terhenti,
Kau sudah menggali kuburanku
Apakah setelah jasad ku tertimbus
Akan ada temasya diatasnya.

Benar !, aku sudah mati ribuan kali.
Setiap kali aku menyedut wangian indrawi
Dan aku hidup kembali, sekadar untuk mati lagi.
Bahagiakah kau pada kematian ini
Tatkala meletakkan aku dibawah tumitmu.

Siapakah menginginkan kematian sepertiku,
Tidak pernah pun ditangisi…
Apatah lagi untuk dikafankan…
Akankah kejatuhan berakhir seribu tahun lagi,
Atau esok hari aku akan lahir sebagai pengganti.
…dan menghitung masa.

Sememangnya kita pernah berbicara,
Tentang masa dan kehidupan,
Sekaligus kematiannya…

Mungkin dirimu tidak percaya,
Jika sebenarnya aku belum merasai mati.
Tanyalah pada cahaya, yang berbisik kepada angin
Dan daun-daun yang melebarkan redupnya

al-basri
 

© Copyright al-basri 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.