News Update :

Disebalik Boikot Israel dan Produk Israel

June 17, 2010

Salam,
Bertitik tolak dari isu relawan pro-Palestine yang ditawan dan dibunuh tentera Israel dengan kejam. seluruh negara majority Islam mengecam, dan terkesan sangat marah hingga tercetusnya “Boikot Produk Israel”.

Sedar atau tidak, ditengah keghairahan memboikot produk Israel (menurut mereka). Timbul juga pertanyaan; benarkah produk yang di ‘boikot’ itu dari Negara Israel atau ‘Made in Israel’.

Jika kita teliti produk yang dimaksudkan, kebanyakannya Made in USA, dan selebihnya Made in Taiwan, Made in Singapore dan Made in Malaysia. Justeru dimana produk Made in Israel?

Atau mungkin, sekali lagi kita hanyut oleh rasa marah hingga tidak mampu membedakan produk Israel dan produk Amerika. atau sebaliknya. Seperti kebiasaanya, masyarakat Islam gemar ‘menikmati’ isu Palestine- Israel sebagai isu agama, ini satu faktor yang mendorong kita ‘tersalah benci’ dan ‘tersalah boikot’.

Dengan tagline ‘Israel adalah Yahudi dan Yahudi adalah Amerika’, masyarakat Islam merasakan sebarang produk dari Amerika adalah produk Israel. Namun bolehkah kita mengguna teknologi tanpa produk Amerika?

Kerana Anti-Israel
Seorang blogger politik Malaysia menulis tentang unsur-unsur Yahudi yang terdapat pada bangunan di Malaysia, termasuk di Petronas Twin Tower. Penulis tersebut mengatakan, unsur-unsur bersegi tiga seperti pyramid adalah lambang atau simbol Yahudi dan Israel. Malah dia juga mengatakan, pemerintah Malaysia sedang mengikut aliran Yahudi.

Sebagai orang kampung, saya berasa takut membayangkan illustrasi blogger tersebut. Mengapa tidak! rumah-rumah di Malaysia semuanya berbumbung segi tiga seperti pyramid. Saya takut masyarakat Islam di Malaysia bergotong-royong merobohkan bumbung rumah mereka, hanya kerana percaya segitiga seperti pyramid adalah symbol Yahudi dan Israel. Sebagaimana yang dimaksudkan oleh blogger politik tersebut.

Disebalik kebenciaan kita terhadap Israel, rasanya tidak perlulah memfitnah pihak lain pula. Andaian yang dangkal seperti itu mungkin sekadar lelucon menjadikan kita seorang yang sangat lucu.

Kita mungkin sekadar kelelahan dan tidak mampu untuk terus memboikot atau membenci Israel, semua itu tidak memberi kesan pada mereka. Adalah baik kita membantu rakyat Palestine dengan dengan sumbangan yang berterusan, bukan secara bermusim. Dan inilah yang kita pasti mampu.


p/s: ada yg kata saya "too much" bila menulis begini.
Share this Article on :

22 comments:

Sukses Online said...

Postingan yg patut menjadi perenungan kita.

Seri Bahasa said...

bagi seri isu palestin ini ada kaitan dengan ketidak setabilan dan ketidak sepakatan masyarakat di tanah arab.

isu barangan israel bagi seri mungkin terlebih isu oleh sesetengah pihak. Nabi Muhammad SAW juga pernah berurusan dengan pihak yahudi dalam soal jual beli.

soal keuntungan dari jual beli oleh pihak israel adalah hak mereka sesiapa pun tidak boleh menghalang.

BRI Jakarta Veteran said...

artikel yang menarik dan bermanfaat bagi kita semua, memang perlu kita menyikapi permasalahan secara bijaksana dan tidak terburu-buru. Salam

osi said...

turut prihatin atas hal tersebut :((

al-basri said...

@sukses online:
terima kasih komentarnya.

al-basri said...

@Seri Bahasa;
saya setuju dengan apa yg dikatakan Seri, memang itulah kebenarannya.
terima kasih

al-basri said...

@BRI Jakarta Veteran:
ya sob, sememang kita tidak terburu-buru dalam permasalahan tersebut.
terima kasih.

al-basri said...

@Osi;
semoga keperihatinan kita diterjemah dengan bantuan yang berterusan.
terima kasih

mimi said...

salam......mimi masih lagi menunggu payment dari nuff...
blum sampai lagi
Insya-Allah...mimi akan key in dlm acct al basri..
maaf atas kelewatan ini..

lina@women's perspectives said...

Segala tindakan memang harus dilandasi dengan pertimbangan dan pemikiran matang, jangan karena emosi semata, termasuk gerakan anti Israel seperti ini...
Saya tidak ikut boikot2, saya hanya bantu do'a dan sumbangan rutin...

al-basri said...

@lina@women's perspectives;
benar sekali Lina, saya juga tidak terikut2 untuk anti atau boikot. kerana lebih baik kita memberi sumbangan utk rakyat Palestine secara berterusan sepertimana masyarakat Amerika dan Eropa

terima kasih

google hot trend hourly update said...

yups, memang yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membantu orang-orang yang teraniaya di palestina.. great post :)

al-basri said...

@google hot trend hourly update;
terima kasi komentarnya,
p/s: blog baru menarik juga...

al-basri said...

@mimi;
saya hampir terlupa hal itu, terima kasih

budiawanhutasoit said...

saya setuju dengan artikel ini. bahwa jangan-lah terburu-buru untuk memboikot atau mengaitkan semuanya dengan yang berbau jahudi.

saya kutip kalimat berikut ini : unsur-unsur bersegi tiga seperti pyramid adalah lambang atau simbol Yahudi dan Israel.

wah, kalo kita menuruti bukan dengan logika, apa yang dikatakan oleh blogger politik Malaysia itu, maka nasi tumpeng juga bisa jadi simbol Jahudi, karena bentuknya seperti piramid.

bantulah rakyat palestina dari sisi kemanusiaan. semoga bala bantuan (terutama makanan) bisa mencapai Palestina secepatnya.

al-basri said...

@budiawanhutasoit;
wkwkwkkwk...ingat juga nasi tumpeng, enak tu. saya membayangkan ketupat ada unsur-unsur tersebut juga. harap2 lebaran ini tidak diharamkan makan ketupat.

terima kasih sobat

NURA said...

salam sobat
benar ,kita janganlah memfitnah pihak lain, walaupun kita benci Israel.
kita mampu membantu Palestina dengan sumbangan yang berterusan.

nuriz said...

drp boikot lebih baik kita kumpul derma kepada palestin. itu lebih baik.stuju dgn seri.

Apai Ngelai said...

salam,

Hahaha... betul juga bro. Jangan risau dengan pandangan Blogger tu. Itu cuma menyatakan pendapat peribadi dia. Yang silapnya, gambaran yang dia bagi itu terlalu ringkas dan tidak fikirkan keadaan sekeliling dia.

Sekarang susah nak boikot macamana... Aplikasi internet yang kita guna hari-hari pun milik yahudi. Microsoft pun milik yahudi.. Yang perlu kita faham, islam kena bersaing teknologi dengan negara barat tak kira siapa mereka. itu pendapat saya....

al-basri said...

@NURA;
salam kembali mbak, terima kasih masukannya.
jauh-jauh datang dari Saudi Arabia.

al-basri said...

@nuriz;
terima kasih, teruskan mengumpul derma.

al-basri said...

@Apai Ngelai:
terima kasih atas penjelasan Apai, nampaknya tulisan saya mula bernada politik juga.. haha

Post a Comment

 

© Copyright al-basri 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.