News Update :
Showing posts with label Perang. Show all posts
Showing posts with label Perang. Show all posts

MENLU: ANCAMAN PERANG BUKAN MEWAKILI SIKAP MASYARAKAT INDONESIA

October 9, 2009

Saya posting berita ini karna bersetuju dengan pendapat pihak MENLU,  meskipun mungkin ada para blogger yang tidak bersetuju. Tapi saya ingin mengatakan Malaysia tidak pernah ada sejarah peperangan, maka ancaman ini mengejutkan setiap warga Malaysia tanpa mengira kaum atau suku. Oleh kerana Malaysia adalah negara Commonwealth,  beberapa  negara anggota Commonwealth turut melihat ancaman perang terhadap Malaysia sebagai serius dalam kenyataan media mereka.



JAKARTA: Ancaman satu kumpulan tidak berdaftar di Indonesia yang menggelar diri mereka Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) untuk menyerang Malaysia dengan (bambu) buluh runcing esok hanyalah cakap-cakap kosong yang tidak akan menjadi kenyataan, menurut Kementerian Luar Indonesia.

Jurucakap Kementerian Luar Indonesia, Teuku Faizasyah, berkata ancaman itu juga tidak masuk akal kerana mustahil bagi mereka yang membawa senjata tajam seperti (bambu) buluh runcing dapat melepasi kawalan sempadan kedua-dua negara.

“Walaupun ancaman itu tidak mungkin terjadi, kami juga tidak menutup mata dan telah melakukan langkah-langkah antisipasi seperti berkoordinasi dengan pihak polis Indonesia,” katanya ketika dihubungi Bernama di sini, hari ini.

Beliau diminta mengulas laporan media massa sebelum ini kononnya kumpulan Bendera itu yang pernah cuba melakukan “sweeping” atau mencari rakyat Malaysia di Jakarta untuk dihantar pulang baru-baru ini, akan mengirim 1,500 orang bersenjata (bambu) buluh runcing untuk menyerang Malaysia esok.

Sambil menganggap kumpulan tidak berdaftar itu terdiri daripada orang yang kecewa dalam hidup dan tidak boleh berfikir dengan waras, beliau berkata media massa tempatan Indonesia juga sudah tidak melaporkan mengenai mereka.

“Satu hal yang ingin saya tekankan adalah bahawa aksi-aksi yang mereka lakukan sama sekali tidak menggambarkan sikap masyarakat Indonesia. Jangan diberi ruang, jangan sampai mereka berpeluang memburukkan hubungan baik kedua-dua negara,” katanya.

Sehubungan itu juga, beliau meminta media massa tidak lagi memainkan isu itu sehingga kumpulan itu merasa mendapat publisiti dan sokongan ataupun merasa dipandang sebagai kumpulan yang serius, sedangkan mereka merupakan kumpulan yang tidak jelas kedudukannya.

“Saya juga berharap agar masyarakat Indonesia dan Malaysia tidak terprovokasi oleh tindakan yang berkemungkinan bertujuan memperkeruh hubungan kedua-dua bangsa ini,” katanya.
Bendera sebelum ini melakukan “sweeping” kononnya kerana marah terhadap pemerintah Indonesia yang mereka dakwa tidak bertindak tegas ke atas Malaysia berkaitan tuduhan di media massa tempatan kononnya Malaysia mencuri tarian dan kebudayaan Indonesia.

Teuku Faizasyah berkata, selama ini kedua-dua menteri luar Indonesia dan Malaysia telah bersepakat untuk bersama-sama menangani dengan baik apa juga masalah sensitif yang timbul antara kedua buah negara.
Dalam satu berita di sebuah laman web tempatan, beliau juga memberikan keterangan sama iaitu:
“Yang penting pihak berkuasa Indonesia akan memastikan bahawa ancaman dari kelompok tersebut tidak akan terjadi.” – Bernama


source: http://specialreport.brunei.fm/
2009/10/08/ancaman-bendera-tidak-akan-jadi-kenyataan-jakarta/


Tanggal 8 Oktober, kami akan memberangkatkan sekitar 1500 orang (sukarelawan). Kami sudah mengirimkan aktivis ke sana untuk memetakan daerah-daerah. Kami akan mendatangi kantor-kantor pemerintahan," ujar Koordinator Bendera, Mochtar Bonaven.
Bendera, sukarelawan Benteng Demokrasi Rakyat, berhasrat menyerang Malaysia.

[VIVA News, Indonesia]

'BENDERA' ANCAM PERANG TERHADAP MALAYSIA

Saya sengaja posting berita ini disini kerana perang adalah sesuatu yang sangat sensitif bagi Malaysia dan warganya yang tidak pernah ada sejarah peperangan.

Ribuan Relawan Ganyang Malaysia Diberangkatkan Mulai 9 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2009 | 14:04 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com — Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) akan memberangkatkan 1.500 relawan ke Malaysia. Langkah ini dilakukan guna mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa. Dan juga untuk melindungi setiap warga negara Indonesia yang berada di Malaysia.

Koordinator Bendera Mustar Bona Ventura, mengutip Sekretaris Nasional Central Bureau (NCB)-Indonesia Brigjen Pol Halba Rubis Nugroho, mengatakan, setiap hari satu WNI meninggal di Malaysia. "Dan dalam tiga tahun terakhir, 1.421 WNI tewas di Malaysia karena penyiksaan dan pembunuhan. Hal itu tidak bisa didiamkan. Bendera pasti akan turun tangan dengan atau tanpa izin," ujar Mustar di Jakarta, Kamis (8/10).
Menurut Mustar, pihak Bendera tidak gentar walau Dewan Keamanan Nasional Malaysia telah menyiagakan keamanan di setiap perbatasan untuk menghadapi kedatangan relawan Bendera.

Bendera tetap akan memberangkatkan para relawan sesuai jadwal awal. Pemberangkatan relawan berjumlah 1.500 ini akan dilakukan secara bertahap melalui jalur masuk yang tidak pernah akan diduga oleh Malaysia. "Bisa melalui jalur udara, darat, dan laut. Tapi tidak bisa kita jelaskan secara rinci," ujar Mustar.
Pemberangkatan pertama dilakukan pada tanggal 9 Oktober. Pada waktu itu, Bendera akan memberangkatkan 200 relawan, dan diperkirakan sampai ke Malaysia pada tanggal 14 Oktober 2009.

Pemberangkatan berikutnya, 125 relawan pada tanggal 11 Oktober, 125 relawan lainnya pada tanggal 15 Oktober, 600 relawan pada tanggal 17 dan 19 Oktober, dan 400 relawan pada tanggal 22 Oktober. Dan pemberangkatan terakhir pada tanggal 25 Oktober, yaitu 50 tim medis.
Mustar mengaku aksi ini didukung  8.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia. "Tercatat 8.000 TKI yang siap bergabung dan mendukung gerilya yang dilakukan oleh relawan Bendera," katanya.

Source:
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/08/14043021/ribuan.relawan.ganyang.malaysia.diberangkatkan.mulai.9.oktober
 

© Copyright al-basri 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.