News Update :

ISU PALESTINE DARI SISI LAIN

April 9, 2010

Entah berapa dekad isu ini sudah bergema, menyentuh jiwa dan kemanusiaan kita. Badan-badan dunia dan NGO mungkin sudah kelelahan menganjurkan perdamaian atau genjatan senjata di Palestian. Entah berapa ramai lagi anak-anak Palestin menjadi korban…oleh kekejaman Israel dan keserakahan pemerintah Palestine.

Kita dinegara-negara Islam mungkin tidak setuju untuk mengkritik kepimpinan Islam seperti Al-fatah atau Hamas. Media nasional lebih banyak menyebarkan berita yang dibumbui candu agama, menyebabkan kita berteriak (sejenak dan terus terlena) dengan slogan ‘Anti’ berdasarkan sentiment agama.

Masyarakat Palestine bukan sahaja beragama Islam, tapi juga beragama Kristian dan Paganisme. Justeru mereka tidak menganggap isu ini berkaitan agama. Meskipun ada kelompok kecil di Amerika atau di negara tertentu yang mempunyai harapan ‘kontra’ dan kepercayaan berbeda berkaitan isu tersebut.

Namun apa yang lebih menjengkelkan adalah sikap pemerintah Palestine itu sendiri, Palestine diperintah oleh seorang President dan seorang Perdana Menteri. Dua pemimpin ini masing-masing memiliki tentera berbeda; Al-fatah dan Hamas. yang siap berjuang untuk mempertahankan survival politik mereka, bukan untuk mempertahankan tanah Palestine atau rakyat Palestine.

Al-fatah dan Hamas memang tidak pernah sependapat dalam urusan pemerintahan Palestine. Jika satu pihak sudah bersetuju dan mahu berdamai dengan Israel, satu pihak lagi tetap menentang dan terus melakukan provokasi terhadap rakyat Israel. Tentera Israel yang ‘responsive’ pastinya mahu menunjukkan kehebatan mereka, akhirnya yang menjadi korban adalah rakyat biasa.

Al-fatah dan Hamas juga sering bergeseran, malah sanggup berbunuhan dan berperang sesama sendiri demi survival politik. Sekali lagi rakyat biasa; anak kecil, wanita dan orang tua yang terkorban dalam peperangan yang sengaja dicetuskan mereka. Malah suatu ketika bila PBB menghantar bantuan makanan serta pakaian untuk rakyat Palestine yang menderita kelaparan dan kedinginan, tentera Al-fatah sanggup menahan dan menyekat kenderaan yang membawa bantuan tersebut demi menunjukkan mereka lebih berkuasa ditanah Palestine.

Waktu itu, dimana suara dunia Islam? Mahu ‘Anti’ siapa? Kita mungkin sekadar berpangku tangan dan mengeluh saja. Untuk menyalahkan Al-fatah dan Hamas, rasanya sudah malu pada dunia.  Namun bila Israel bertindak balas terhadap mereka, kita dengan  pantas melaungkan slogan yang tidak berhujung sambil mencicip candu agama. Tidak pernah ada resolusi dari dunia Islam untuk mendesak  agar Al-fatah dan Hamas bersatu, cuma Arab Saudi secara bersendirian yang berkali-kali menyentuh hal ini.

Adalah suatu yang mustahil untuk mendamaikan Palestine dan Israel, selagi pemimpin Palestine tidak mengubah visi politik kepada survival rakyatnya. Selain masalah politik dalaman Palestine, satu perkara jelas yang mendorong sengketa berterusan antara Palestine dan Israel adalah ‘provokasi’ yang sangat subur antara mereka. Apalah makna ‘kertas’ perjanjian damai yang dianjurkan oleh Amerika dan PBB, jika Al-fatah,  Hamas serta Tentera Israel tidak komited dan bersatu menuju perdamaian.  

Sewaktu masih belajar, Saya juga berkawan dengan warga Palestine dan Jordan yang belajar satu  kampus dengan saya. Hampir setiap minggu dia dapat US$600 kiriman dari keluarga di Palestine, Maka saya membayangkan Palestine bukanlah negara yang terlalu miskin. Saya sempat bertanya isu sensitif ini, namun jelas sekali mereka tidak menganggap isu tersebut berkaitan agama. Selain soal “Hak”, ada masalah politik dalaman yang sering bertukar menjadi perjuangan dan dendam.

Dunia rasanya sudah lelah menyaksikan pemimpin Islam yang tidak bersatu ini, PBB mungkin sudah bosan menjadi ‘orang tengah’ sandiwara mereka. Amerika mungkin sudah ratusan kali menyediakan ‘kertas putih’ dimeja rundingan. Namun dibawah sana tetap saja bertukar letusan peluru dan bom. Anak kecil, wanita dan orang tua menjadi mangsa peluru yang tidak bermata.

Sementara dari jauh, kita sekadar Anti-Amerika, Anti-Israel dan Anti-Yahudi. Sambil memboikot produk Yahudi, kita juga dengan bangga berpetualangan di dunia maya menggunakan produk Yahudi. Sambil mengharamkan KFC dan McDonald, tangan kita sedang ligat menghantar SMS menggunakan produk Yahudi. Sedar atau tidak, jika runtuhnya ekonomi Yahudi, maka runtuhlah ekonomi dunia.

Alangkah baik, rangkaian dunia Islam yang “sangat kaya dan lemah” ini bersatu mendesak Al-fatah, Hamas serta Israel supaya akur dan komited menuju perdamaian. Saya secara peribadi tidak berniat untuk mengkritik atau menyalahkan sistem pemerintahan Palestine, apa yang  saya persoalkan adalah sikap kepimpinan tersebut.

Setiap kali kekejaman di Palestine berulang, kita di Malaysia dan Indonesia memang terkenal dengan budaya demontrasi jalanan. Tindakan itu memang baik untuk ‘penjual nasi bungkus dan pengusaha air mineral’. Tapi apakah ada kesan untuk masa depan anak-anak Palestine, Sedangkan OIC masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat dunia. Semua itu kerana kelemahan negara-negara Islam yang sering tidak sependapat, malah terkenal dengan korupsi. Bagaimana mungkin suara kita dihormati dunia, apalagi untuk menentang Israel
Share this Article on :

30 comments:

Achmad Taher said...

sedih juga melihat nasib anak2 disana. hidupnya selalu berada diujung kematian! semoga menemui titik akhir wahai saudaraku...

Dimas said...

kasian anak2 disana menjadi korban perang yang bahkan mereka tidak ketahui apa penyebabnya...

Internet dan Bisnis Online said...

kunjungan perdana...
blognya sudah saya follow, klo berkenan follow balik ya...
mudah2an perang ini bisa cepat berakhir untuk keselamatan dan kebahagian semua orang...

Rizky2009 said...

kalau sol ini no coment dah, g pernah nymak informasi beritanya

Jiox said...

airmata, darah, perang dan kemiskinan bukanlah hal yang diinginkan oleh semua manusia,
namun dunia ini digariskan terisi oleh 2 sisi yang berbeza, saling melengkapi dan juga saling menghancurkan, karena hidup adalah sebuah pilihan :)

akhatam said...

Ya itulah kalau sesama kaum Muslim tdak mau bersatu.. contohnya di Indonesia sajalah.. Kenapa partai2 yang berbau islam tidak bersatu dan memperkuat posisinya.. Kita bisa lihat, malah berplencar sendiri2.. Memang dibuthkan kesatuan jika ingin didengar dan di perhatikan...

Kasihan Negara Palestina.. Tidak merasakan Kemerdekaan yang Abadi.. God bless for Palestine!

NURA said...

salam sobat
seharusnya sesama muslim saling bersatu dan menghindari perbedaan-perbedaan.
mungkin juga karena kelemahan negara2 islam yang tidak sependapat,,ya,,
maaf,,lama saya tidak bersilaturahmi ke sini bang Albasri.
semoga tambah sukses.

The international times said...

israel memang keji. tapi negara negara arab juga tidak ada bagusnya.....sesama negara muslim tapi saling serang dan tidak ada kerjasama nya.

zures said...

Gajah sama $gajah berperang..Arnab mati ditengah-tengah....adoi...betul ke pepatah aku nih....

Seri Bahasa said...

dasarnya cuma satu, para pemimpin Islam atau negara-negara Islam itu sendiri tidak pernah bersatu. Malah ada negara Islam itu dipergunakan oleh pihak barat untuk menjatuhkan negara Islam yang lain. Sebagai contoh ketika AS menyerang Iraq, Arab Saudi dan Turki adalah landasan utama mereka ketika menceroboh negara Iraq. selagi sikap para pemimpin atau negara Islam itu tidak berubah maka nasib Palestin juga tidak akan berubah selamanya.

tehr said...

selamanya aku tak percaya dengan pbb!

nuansa pena said...

Kapan semuanya berakhir? Tragis!

budiawanhutasoit said...

jika Hamas dan Al-fatah tidak bisa menyatukan visi dan misi politik mereka, maka akan semakin membuat Palestina semakin susah.
semoga perdamaian segera terwujud di Palestina

Risma Hutabarat said...

"Masyarakat Palestine bukan sahaja beragama Islam, tapi juga beragama Kristian dan Paganisme. Justeru mereka tidak menganggap isu ini berkaitan agama. Meskipun ada kelompok kecil di Amerika atau di negara tertentu yang mempunyai harapan ‘kontra’ dan kepercayaan berbeda berkaitan isu tersebut."

Akhirnya aku menemukan juga orang yang memiliki sudut pandang yang sama. Persoalan ini tidak berkaitan dengan urusan agama dan Tuhan, melainkan kepentingan politik belaka. Selama masing-masing pihak masih mendahulukan kepentingannya masing-masing dengan cara berlindung di balik "TOPENG AGAMA", perang ini tak akan pernah berkesudahan.

Salam, bang Alan...
Blog Perempuan Rumahan
Mommy Mayonnaise
Female Stuffs

BRI Jakarta Veteran said...

kalau sudah kepentingan politik apapun bisa dijadikan sebagai tameng kebenaran ...

Ana Cristina said...

God bless the palestinian people!

ginanjar said...

Save Mosleem in Palestine n Masjid Al-Aqsa, semoga Allah senantiasa melindunginya. Sungguh ironis sekali jika itu hanya akibat dari kepentingan politik belaka.

stereobk.com said...

memptihatinkan sekali. semog diberi ketabahan hati

rumah blogger said...

itulah kelemahan negara Islam, tidak kompak dan mudah diadu domba...kalau saja semua negara Islam bersatu, tidak dapat dibayangkan dunia ini akan aman dan tentram...

sabirinnet said...

saya pernah nonton vedio perjuangan anak2 usia 12-15 tahun melawan zionis israel. semoga Allah memberikan perlindungan diatas kekuasaannya..menghancurkan yg zolim..!!!

sorry mas, saya lama offline, karena kesibukan diluar..

harto said...

Islam bila kompak secara keseluruhan di dunia ini bersatu padu melawan orang2 kafir, pasti mereka (orang2 kafir) taaaakut. Insya Allah.
trims atas infonya, sukses selalu & tetap semangat

anjrot said...

good post man...

http://anjrot.com/

Nurul Harun said...

tiba2 teringat cerita My Name Is Khan. hmph.

Bukan Sekedar Blogger Bertuah said...

nice blog...good post...sahabat baruku....sebagai sarana silaturahim, saya sudah pasang link blog ini di blogroll "sahabat-sahabat ku dimalaysia"...disidebar kanan, dibawah follower..tukaran link ya...untuk persahabatan..terima kasih...

YOURSCOMMENT said...

TAK PENAH DENGAR PLAK KISAH DI SEBALIK NI..

EMM..MENARIK..GOOD INFO..

THANKS FR THE INFO FRIEND..

alkindy said...

palestine adalah salah satu negeri yang Telah Allah berkahi karena disana banyak sekali para nabi. kapankah ini bearakhir

lina@women's perspectives said...

Masalah di Palestina sudah terlalu berakar dan rumit :(

ArenaBetting.com dukung fair play FIFA world cup AFSEL 2010 said...

mampir lagi ni sobat...emang palestina sangat memprihatinkan....kita sebagai generasi muda,,,wajib menjaga kemurnian agama islam......dengan tidak terpengaruh budaya yahudi...

qdine said...

Assalamualikum kepada semua. Kita harus tahu dan kaji kedudukan isu sebenarnye palestine ini. Kita tidak boleh mendengar dari media-media saja. Apa yang dikatakan pergerseran antara fatah dan hamas nie ade sebabnye. Sebelum ini palestine di pimpin oleh PLO yg. diketuai oleh Yasser Arafat. Apa yang telah dilakukan oleh pertubuhan ini tidak lain dari perdamaian demi perdamaian dengan israel. Dalam masa yang sama pembunuhan demi pembunuhan berlaku keatas warga palestine, dilakukan oleh israel. Pertubuhan yang berasaskan nasionalisme ini fatah , sesunggunhya telah dtolak oleh rakyat palestine. Kita mesti ingat bangsa yahudi sesunggunnya bangsa yang paling banyak melakukan perlanggaran perdamaian sejak dari zaman Rasulullah lagi. Oleh itu rakyat sudah muak dengan Fatah yg lebih banyak merugikan bangsa palestine itu sendiri. Kini Hamas sebuah pertubuhan Politik telah dipilih oleh rakyat melalui p/raya. Maka mereka telah dipilih. Mereka sebuah organisasi politik yang mempunyai badan kebajikan dan sayap tentera. Segala permasalahan rakyat palestine akan diuruskan oleh Hamas. Fatah mesti akur, mereka tidak lagi dipilih oleh rakyat sepatutnya bersama-sama mempertahankan Palestine. Tetapi menahan pemuda-pemuda yang cdenderung kepada hamas untuk diserahkan kepada tentera yahudi laknatullah.Kita boleh dilihat kemenangan HAMAS langsung tidak diiktiraf oleh Amerika. Betapa puak kaffir amat membenci apabila kemenangan kepada pertubuhan yang kearah islamik. Ape yang kita hendak lakukan apabila negara kita diserang oleh musuh. Wajib /fardu ain untuk mempertahankan tanahair kita. Itulah yang dilakukan oleh hamas melalui sayap tentera Briged Izuddin Al-QAssam, bersama-sama para pemuda yang rindu pada jihad, dan syahid. Disini kita kena ingat sebagaimana sabda Rasulullah "Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan kebenaran dan mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. TidaK memadaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka, kecuali sekadar kesulitan hidup yang akan menimpa mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka tetap dalam keadaan demikian." Para Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, di manakah mereka berada?" Rasulullah Saw. menjawab, "Mereka berada di Baitul Maqdis (Al-Quds) dan di sekitar Baitul Maqdis." (HR. Ahmad dan ath-Thabrani)

Anonymous said...

berdamai? antara hamas, fatah dengan israel? bangsa yg byk membunuh rakyat mereka sendiri?! bangsa yang langsung tidak boleh dipercayai?!

saudara, ada baiknya saudara kaji dengan lebih mendalam lagi tentang Fatah dan Hamas dan lebih penting palestine sebelum saudara membuat blog dan mengutuk mereka dengan sewenang-wenangnya! jangan sampaikan info yang tidak benar kepada mereka!!

Post a Comment

 

© Copyright al-basri 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.